Bike To Woles, Sepeda Ceria dan Gembira

SALAMGOWES, SLEMAN – Udara dingin dan segar menyelimuti kayuhan saya ketika meninggalkan rumah. Hari itu saya diajak Pak Daniel di acara Bike To Woles yang dengan rute candi to candi dan finish di rumah Pak Arieft salah satu teman pesepeda dari Berbah Sleman. Saya memilih titik kumpul II di dekat fly over Janti dengan alasan badan sudah mulai mencapai peak performance biar nampak pesepeda tulen J. Singkat cerita, rombongan tikum Janti menyambut kedatangan teman-teman dari tikum Tugu Jogja dengan bersalam-salaman, tidak lupa kami mengucapkan ‘Ahlan Wa Sahlan, mari kita salaman lanjut sepedaan’.

Rombongan dengan dominasi warna kuning mulai melakukan ‘ekspansi’ di jalan. Suara bel sepeda dan peluit riuh terdengar, di sepanjang jalan yang kami lewati. Sepenggal jalan Laksda Adisucipto hingga di daerah Kembang Maguwoharjo, kami memutuskan belok kiri melewati jalan di dusun Kadisoka menuju jalan inspeksi Selokan Mataram. Jalan beraspal dengan lebar standar menjadi ramai dengan konvoi yang kami lewati, sesampainya di jalan inspeksi Selokan Mataram keriuhan semakin menjadi, suara bel sepeda saling sapa, antrian panjang pun terlihat syahdu dengan menyisir jalan mengikuti kelokan Selokan Mataram.

Kurang lebih 26.03.2017 kayuhan, kami sampai di titik kunjungan pertama, Candi Sambisari. Bangunan sejarah Mataram Hindhu yang diketemukan ketikan seorang petani sedang membajak sawah di tahun 1966. Kami sekedar say hello dengan candi tersebut, apabila di konversikan dengan jepretan kamera sekitar 10 jepretan, setelah itu kami lanjutkan perjalanan menuju Candi Plaosan.

Jalan yang kami lalui kombinasi antara jalan desa dengan jalan protokol Jogja-Solo untuk memudahkan rute serta jaga jarak dengan peserta di belakang kami. Untuk menutup kelelahan, saya  berhenti sebentar memasang pose siap untuk di foto, dan ada juga yang berhenti mengayuh mengambil foto rombongan yang dibelakangnya hehehe J. Sesampainya di Candi Plaosan kami duduk di luar pagar untuk mengambil gambar peserta dengan sepedanya, karena di dalam komplek candi tersebut dilarang membawa sepeda. Acara foto bersama kemudian duduk santai menikmati teh hangat cs menjadi acara berikutnya. Kurang lebih 20 menit beristirahat, kami pun dikomando untuk segera bergerak menuju Candi Banyunibo.

Jalan menuju stasiun kereta api Brambanan menjadi pintu pembuka kami menuju Candi Banyunibo melewati desa Kebon Ndalem Prambanan. Di desa ini juga terdapat Candi Budha bernama Candi Sojiwan, bangunan peninggalan era Mataram Hindhu yang berada di tengah-tengah pemukiman dan dekat dengan sekolah dasar. Kurang lebih setengah jam, kami pun telah tiba di Candi Banyunibo, di lokasi tersebut saya tidak sama sekali mengambil gambar candi tersebut. Saya memotret teman-teman dari rombongan saya di jembatan bambu di sebelah selatan cand tersebut. Jembatan dengan desain yang bagus dan mengandung unsur aerodinamis. Waktu setengah jam selesai kami lanjutkan pejalanan di titik finish, rumah dari Pak Arieft.

Sesampainya di sana, hindangan camilan dan makanan utama sudah tersedia lengkap. Saya pun dengan senang hati memilih camilan yang bervariasi, mulai dari roti, gorengan, dan ketela. Setelah beramah-tamah saling ngobrol ringan, Pak Arieft sebagai tuan rumah membuka acara sambutan dan mempersilahkan teman-teman untuk makan siang. Hal inilah keseruan terjadi, rasa lapar yang tidak bisa ditutupi menyantap sayur jangan bobor menjadi lebih enak serta nikmat dengan lauk-pauk tempe garit, ikan goreng, krupuk, dan ayam goreng. Inilah kerbersamaan yang indah penuh warna, lintas sepeda, SARA menjadi kompak dalam Bike to Woles. (aanardian/salamgowes)

Melalui tulisan ini saya ucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Pak Arieft dan Bu Retno yang telah menjadi tuan rumah dan menyajikan makan siang dengan menu yang khas dan istimewa. Saya juga ucapkan terima kasih untuk Pak Daniel Suharta dan Bu Ester Wijayanti yang kerso repot-repot mengkoordinasi semua acara dari awal hingga selesai.

Semoga rejeki dan segala kebaikan Tuhan YME terus mengalir kepada Pak Arieft beserta Ibu Retno, Pak Daniel dan Bu Ester Wijayanti. Amin YRA.

Iklan

6 thoughts on “Bike To Woles, Sepeda Ceria dan Gembira

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s