Wajah Baru Jembatan Gantung Duwet

KALIBAWANG, SALAMGOWES – Suara deru motor di iringi goncangan adalah hal biasa terjadi ketika kita berjalan kaki melintasi jembatan gantung Duwet yang berada di desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo. Namun goncangan tersebut tidak terlalu keras seperti sebelumnya. Krena salah satu benda cagar budaya yang berada di wilayah DIY tersebut baru saja direnovasi dengan beberapa tambahan.

Renovasi yang dilakukan oleh pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap jembatan tersebut layak diapresiasi karena tidak merubah bentuk aslinya, penambahan beberapa bagian tersebut justru memberikan keamanan bagi siapa saja yang melintasinya. Konstruksi dan ciri khasnya sama sekali tidak berubah.

Gowes saya kali ini mengunjungi jembatan gantung Duwet paska renovasi. Pertama kali melihatnya tidak ada perbedaan dengan sebelumnya namun setelah diamati dengan seksama terdapat beberapa perubahan, yakni pemasangan lampu penerangan di sepanjang jembatan, dibangunnya pagar tembok di pintu masuk jembatan, pergantian balok kayu untuk jalan, dan penambahan tiang pancang jembatan untuk mengurangi goncangan di setiap sudut jembatan.

Di ujung jembatan sebelah barat terdapat penambahan pagar besi dan selasar di kedua sisinya, hal ini tentu menjadi menarik karena bisa menjadi tempat parkir bagi para pesepeda yang berkunjung di tempat ini. Selain itu bisa menjadi ruang publik bagi para pengunjung untuk menikmati aktifitas yang terjadi di jembatan ini. Bahkan saya sempat disarankan oleh Mas Setyo warga setempat untuk berkunjung di waktu sore hingga petang untuk melihat kerlap-kerlip cahaya lampu yang menghiasi sepanjang jembatan gantung tersebut.

Jembatan gantung Duwet pertama kali dibangun pada tahun 1930an oleh pemerintah kolonial Belanda untuk menghubungkan daerah Banjarharjo Kalibawang Kulon Progo dengan Ngluwar Kabupaten Magelang yang dipisahkan oleh Kali Progo. Dalam sejarah perjalanannya, jembatan tersebut pernah mengalami pengerusakan pada Perang Kemerdekaan II tahun 1948-1949 untuk menahan laju pasukan Belanda, kemudian dibangun kembali pada bulan Juli tahun 1960.

Saya sempat mengobrol sejenak dengan Ibu Sudalimah (65 tahun), warga desa Banjarharjo Kalibawang yang sudah puluhan tahun menggunakan jembatan tersebut untuk beraktifitas sehari-hari. Perempuan dengan lima cucu ini masih kelihatan sehat bugar dan menggunakan transportasi sepeda untuk kegiatan di pasar maupun di ladang.

“Sampun puluhan tahun mas, kulo migunaaken jembatan duwet tindak ten peken kalian lepen.” (Sudah puluhan tahun saya melintasi jembatan ini untuk kerja dipasar dan sawah).

Ungkapan Ibu Sudalimah ketika saya bertanya kisahnya bersama jembatan tersebut. Di akhir perbincangan saya sempat meminta ijin mengambil gambar beliau dengan halus permintaan saya ditolak. Akhirnya saya pun meminta ijin memotret beliau dari belakang, alhamdulillah mendapat ijin.

Jembatan gantung Duwet memiliki konstruksi unik dengan bentangan kawat baja dan cara penyambungan antar lempengan baja secara menyilang. Pemilihan konstruksi ini disesuaikan dengan karakter bentangan alam di daerah ini, yakni tebing yang curam. Jarak antara jembatan hingga permukaan air Kali Progo kurang lebih mencapai 25 meter berpotensi menimbulkan goncangan yang besar, untuk mengurangi goncangan yang terjadi dipasang empat tiang pancang jembatan baru yang berada di setiap sudutnya. Setiap tiang pancang di isi tiga pengait yang terhubung pada bagian bawah kedua sisi jembatan tersebut.

Nah, inilah sekelumit kisah saya tentang jembatan gantung Duwet yang pernah mendapatkan penghargaan tahun 2008 dalam kategori benda cagar budaya  non bangunan yang diterima langsung oleh Gubernur Sri Sultan HB X.

Bagi teman-teman pesepeda direkomendasikan berkunjung di tempat ini pada musim durian tiba, harganya tidak terlalu mahal selain itu kebersamaan dan kegembiraan menikmati tempat-tempat bersejarah seperti Selokan Van Der Wijk, menyusuri Selokan Mataram, dan Bendungan Karangtalun bisa kita kunjungi karena jaraknya saling berdekatan. (aanardian/salamgowes)

Iklan

2 thoughts on “Wajah Baru Jembatan Gantung Duwet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s